Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2016

Telepon

Baru saja kau menyapa dari pulau seberang aku menjawab lewat sinyal yang datang-pergi sesekali menyelipkan keluh kesah namun, selalu ada tawa di penghujung kalimat Lagi-lagi sinyal bersembunyi ah ...suaramu kian tenggelam jadi, kapan kita berbincang kembali? lekas telepon aku Imogiri, 27 Agustus 2016

Sebuah Surat

Kepada pria bermata susu cokelat di Kota Istimewa inilah aku, gadis pemalu yang kemarin senja mengajakmu bermain petak umpet kau mencari aku yang masih ragu sembunyi di balik kata-kata membariskan sisa-sisa denyut rindu entah sampai kapan kita terus berteka-teki sampai kau enggan mencari atau sampai aku lelah bersembunyi? Kepada pia bermata susu cokelat dalam balutan jaket merah-biru tak akan lagi kulempar tanya perihal beranjak-menetap atau taruhan menyimpan wajah dalam benak aku dan kau telah paham gelar pemenang bukan kita penyandangnya Kepada pria bermata susu cokelat yang menamatkan surat ini jika nanti senyummu terbit sebelum fajar barangkali itu salah satu hasil perundinganku denganNya jauh-jauh hari sebelum surat ini kutulis Imogiri, 25 Agustus 2016 Tertanda : (masih) perempuanmu