Setelah sekian waktu bergantung pada ragu,
pekan ini aku melangkah maju,
bersama dosa dan doa masa silam,
yang terus menerus menyentuh sudut hati untuk beranjak
Sekumpulan rasa takut dan malu saling berebut tempat,
memilih untuk diam di kepala atau dalam dada,
sedang detik-detik terus berdetak,
berhenti tepat di bilik pengakuan
Bagaimana bisa bermain sembunyi-sembunyi,
dari Dia Yang Maha Tahu dan Maha Melihat,
segala laku yang kuletak di belakang punggung,
juga yang kuredam di balik lidah
Maka izinkanlah aku,
perlahan merapalkan "Saya Mengaku",
menghapus segala hitam yang telah kubuat,
kembali menggenapi perintah ke-3 dengan layak.
Bilik Pengakuan, 23 Februari 2025
pekan ini aku melangkah maju,
bersama dosa dan doa masa silam,
yang terus menerus menyentuh sudut hati untuk beranjak
Sekumpulan rasa takut dan malu saling berebut tempat,
memilih untuk diam di kepala atau dalam dada,
sedang detik-detik terus berdetak,
berhenti tepat di bilik pengakuan
Bagaimana bisa bermain sembunyi-sembunyi,
dari Dia Yang Maha Tahu dan Maha Melihat,
segala laku yang kuletak di belakang punggung,
juga yang kuredam di balik lidah
Maka izinkanlah aku,
perlahan merapalkan "Saya Mengaku",
menghapus segala hitam yang telah kubuat,
kembali menggenapi perintah ke-3 dengan layak.
Bilik Pengakuan, 23 Februari 2025
Comments
Post a Comment