Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2025

Ruang Kosong

Lewat tengah malam aku masih menerka-nerka, perihal perjalanan waktu yang mengantarku kepadamu, bagaimana suka duka di belakang, menerjemahkan seperti apa kita sekarang Ada sesal yang terlahir (lagi), dari tangan-tangan yang menggenggam hitam, juga pengampunan yang dilafalkan satu demi satu, membuka tabir masa lampau yang kusimpan rapat-rapat Bagaimana mungkin kaki ini terantuk kembali pada lubang yang sama, sedang di depan sana lagi-lagi bendera abu-abu yang kau kibarkan, seperti warna yang kau goreskan di tahun-tahun sebelumnya Mungkin sudah datang masanya, berbincang kepada diri, melapangkan dada menampung kecewa, meski hati kerap bertanya-tanya,  bagaimana membaca kata "cukup" di matamu? Bahkan jika seisi dunia kuberi, tak kan (pernah) cukup mengisi ruang kosong dalam hatimu Begitu juga maafmu, tak sanggup membalut luka yang (selalu) kau ukir Ruang Kosong, 23 Februari 2025

Bilik Pengakuan

Setelah sekian waktu bergantung pada ragu, pekan ini aku melangkah maju, bersama dosa dan doa masa silam, yang terus menerus menyentuh sudut hati untuk beranjak Sekumpulan rasa takut dan malu saling berebut tempat, memilih untuk diam di kepala atau dalam dada, sedang detik-detik terus berdetak, berhenti tepat di bilik pengakuan Bagaimana bisa bermain sembunyi-sembunyi, dari Dia Yang Maha Tahu dan Maha Melihat, segala laku yang kuletak di belakang punggung, juga yang kuredam di balik lidah Maka izinkanlah aku, perlahan merapalkan "Saya Mengaku", menghapus segala hitam yang telah kubuat, kembali menggenapi perintah ke-3 dengan layak. Bilik Pengakuan, 23 Februari 2025