Kamu dan bulan Oktober menyatu dalam asa yang tersimpan rapat seperti binar lampu kota yang enggan padam Kamu batas kelabu antara tanya dan nyata jeda dalam kalimat yang belum selesai ditaburi kembang-kembang tidur sisa semalam Kamu bukan huruf kapital atau tanda titik hanya kumpulan kata bias makna yang terlalu dini untuk diterjemahkan Bulan Oktober menghidupkan denyut rindu yang mati suri sesederhana bisikmu di ujung malam atau hangat yang ditukar menjelang pagi Bulan Oktober berkicau banyak tentang gemuruh di balik dada juga bintang yang tinggal di matamu dan semua hal tabu lainnya Kamu dan bulan Oktober biar kukubur dalam senyap tolong jangan menghantui apalagi reinkarnasi Yogyakarta, 9 November 2016
hidup ini seperti kopi, pahit-manis panas-dingin semua teraduk dalam sebuah cangkir. jika kopi tersebut tumpah pilihanmu hanya 2 : meratapi tumpahan tersebut atau membuat kopi yang baru :)