Skip to main content

Posts

Menuju Pagi

Menuju pagi pandangan kita saling berbincang, perihal renjana tersimpan di waktu panjang, juga tanya yang menggebu dalam dada, yang terus bertambah tanpa jeda. Ada ingin yang tak sempat terucap, bersama rindu yang lama mengendap, berpadu mengisi sudut-sudut jiwa, yang lagi-lagi runtuh dibabat kecewa. Bagaimana kupecahkan tanda tanya di balik sorot mata? sedang lidah sibuk menahan barisan kata, meredam debar yang semakin bising, bersama rasa ingin tahu yang tak juga menyingsing. Sudut kota, 2025
Recent posts

Tak Pernah Tepat Waktu

Kepada sang penggerak kala, izinkan aku memahami teka-teki rasa, perlahan menapaki dinding sanubari, melewati celah di antara dua anak manusia Bagaimana terjemahan "cinta", sedang aku terus mencari "kita", sibuk berlari dari pelukan dia, dan berhenti di dekapan kekasih lainnya, yang lagi-lagi dibawa lari semesta  Sanggupkah aku melawan waktu? sedang aku terus diam dalam rangkulan ragu  menanti tepat yang tak kunjung berlaku   Tangerang, 30 Maret 2025 terinspirasi dari film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Ost. Cinta Tak Pernah Tepat Waktu | Aina Abdul ft Fabio Asher

Ruang Kosong

Lewat tengah malam aku masih menerka-nerka, perihal perjalanan waktu yang mengantarku kepadamu, bagaimana suka duka di belakang, menerjemahkan seperti apa kita sekarang Ada sesal yang terlahir (lagi), dari tangan-tangan yang menggenggam hitam, juga pengampunan yang dilafalkan satu demi satu, membuka tabir masa lampau yang kusimpan rapat-rapat Bagaimana mungkin kaki ini terantuk kembali pada lubang yang sama, sedang di depan sana lagi-lagi bendera abu-abu yang kau kibarkan, seperti warna yang kau goreskan di tahun-tahun sebelumnya Mungkin sudah datang masanya, berbincang kepada diri, melapangkan dada menampung kecewa, meski hati kerap bertanya-tanya,  bagaimana membaca kata "cukup" di matamu? Bahkan jika seisi dunia kuberi, tak kan (pernah) cukup mengisi ruang kosong dalam hatimu Begitu juga maafmu, tak sanggup membalut luka yang (selalu) kau ukir Ruang Kosong, 23 Februari 2025

Bilik Pengakuan

Setelah sekian waktu bergantung pada ragu, pekan ini aku melangkah maju, bersama dosa dan doa masa silam, yang terus menerus menyentuh sudut hati untuk beranjak Sekumpulan rasa takut dan malu saling berebut tempat, memilih untuk diam di kepala atau dalam dada, sedang detik-detik terus berdetak, berhenti tepat di bilik pengakuan Bagaimana bisa bermain sembunyi-sembunyi, dari Dia Yang Maha Tahu dan Maha Melihat, segala laku yang kuletak di belakang punggung, juga yang kuredam di balik lidah Maka izinkanlah aku, perlahan merapalkan "Saya Mengaku", menghapus segala hitam yang telah kubuat, kembali menggenapi perintah ke-3 dengan layak. Bilik Pengakuan, 23 Februari 2025

Hidup yang Berjalan

Pernah aku hidup di suatu masa, menyusuri lika-liku kisah penuh tanda tanya, membungkam debar-debar yang singgah, barangkali terlalu tabu untuk didengar. Ada cerita yang tidak selesai, juga sesal yang sukar dieja, serta maaf yang tak pernah sampai, tersimpan rapi di sudut sana. Sewindu sudah menutup buku, tanpa tahu akhir dari segala perkara, entah bagaimana halaman terakhir berbicara, biar semesta membuka rahasianya nanti. Tangerang, 22 September 2024 *inspired by Happy Old Year film

Maaf di Awal Bulan

Baru saja kita menutup Mei dengan tertawa Namun tanpa sengaja kubuka Juni dengan kecewa Hingga menutup gema suara-suara bahagiamu Yang harusnya rutin aku terima setiap waktu Jadi bagaimana kalau bunga ini kamu terima dulu sebagai pesan permintaan maafku?  Kemudian kita mulai lagi langkah baru untuk menutup dengan bahagia bulan-bulan selanjutnya Tangerang, Juni 2023

Bukan Surat Cinta

Teruntuk teman dalam lara dan bahagia,  selamat karena sudah mengakhiri lika-liku  perjalanan yang tidak sebentar, bukanlah perkara mudah melangkah hingga terikat,  terlalu banyak kecewa dan rasa syukur yang harus ditelan di waktu belakang,  menjadikan sepasang anak manusia berpegang erat pada satu yakin.  Teruntuk teman sepanjang zaman,  selamat menyudahi masa-masa penantian dalam tanya,  butuh waktu yang panjang menjawab segala gundah dalam dada,  dan juga dibutuhkan kelapangan hati menyambut jawaban-jawaban dari setiap perbincanganmu denganNya, semoga lenyap sudah prasangka-prasangka buruk yang pernah singgah.  Teruntuk teman yang kukasihi,  selamat bekerja sama menepati janji di depan altar,  bagaimana teka-teki Tuhan dalam pernikahan nanti,  semoga kalian tetap "satu" dalam menjawabnya.  Tangerang, 17 Agustus 2023